Wednesday, April 22, 2009

ERGONOMI TEMPAT KERJA

Apakah anda pernah mendengar istilah “ergonomi”?. Istilah ini kadang-kadang merujuk pada “faktor manusia”. Tidak semua orang, benar-benar mengerti dan paham apa itu ergonomi dan bagaimana ergonomi tersebut mempengaruhi manusia. Tulisan ini sedikit banyaknya akan membantu untuk menjawab pertanyaan ini serta menjelaskan bagaimana ergonomi berperan dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja anda. 

Ergonomi ditujukan pada siapa pun yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan kesehatan dan keselamatan serta ditujukan juga pada siapapun yang menginginkan pemahaman yang mendalam mengenai ergonomi di tempat kerja. Beberapa contoh dari permasalahan ergonomi dan nasehat-nasehat yang cukup sederhana/efektif yang bisa dilakukan dan diterapkan sebagai jalan pemecahan permasalahan ergonomi yang dihadapi di tempat kerja. 

Apakah ergonomi itu? 

Ergonomi merupakan ilmu pengetahuan yang terkait dengan kecocokan/kesesuaian antara manusia dengan pekerjaannya. Ilmu ergonomi menempatkan manusia sebagai titik sentral dan memperhatikan kemampuan dan keterbatasan manusia dalam pekerjaannya. Ergonomi memastikan bahwa tugas-tugas, peralatan, informasi dan lingkungan harus menyesuaikan terhadap pekerja bukan sebaliknya. 

Untuk mengkaji kesesuaian antara seseorang dengan pekerjaannya, maka sudah seharusnya ahli ergonomi mempertimbangkan beberapa aspek, aspek tersebut adalah : 

• Pekerjaan yang sedang dilakukan dan tuntutan pekerja; 
• Peralatan yang digunakan (ukuran, bentuk, dan bagaimana peralatan tersebut cocok dengan tugasnya); 
• Informasi yang digunakan (bagaimana informasi tersebut dihadirkan, diakses, dan diubah); 
• Lingkungan fisik (Suhu, kelembaban, pencahayaan, kebisingan, getaran); dan lingkungan sosial (seperti kerjasama tim dan manajemen yang mendukung). 

Ahli ergonomi mempertimbangkan semua aspek fisik seseorang, seperti: 
• Ukuran dan bentuk tubuh; 
• Kebugaran dan kekuatan; 
• Postur; 
• Indera manusia, terutama penglihatan, pendengaran dll dan 
• Ketegangan pada otot-otot, jaringan, kegelisahan dll. 

Ahli ergonomi juga mempertimbangkan aspek psikologis seseorang, seperti: 
• Kemampuan mental; 
• Kepribadian; 
• Pengetahuan; dan 
• Pengalaman. 
Penilaian terhadap aspek manusia, pekerjaannya, peralatan, dan lingkungan kerja serta interaksi antara mereka, merupakan sebuah input bagi ahli ergonomi dalam mendisain sistem kerja aman, produktif dan efektif. 

Bagaimana ergonomi dapat meningkatkan kesehatan dan keselamatan? 

Menerapkan ergonomi di tempat kerja dapat: 
• Mengurangi potensi kecelakaan; 
• Mengurangi potensi terjadinya luka dan kesakitan; 
• Meningkatkan kinerja dan produktivitas. 

Ergonomi dapat mengurangi kemungkinan sebuah kecelakaan. Sebagai contoh, di dalam perancangan papan kontrol, seharusnya mempertimbangkan : 
• Lokasi saklar dan tombol, mungkin saja tanpa sengaja terkena alat lain sehingga saklar ataul tombol tersebut bisa hidup mati dan bisa juga tidak bekerja sesuai dengan urutan atau prosedur. Sehingga atas kejadian ini akan bisa menjurus kepada sebuah kecelakaan; 
• Pengharapan terhadap isyarat-isyarat dan kendali - kebanyakan orang menginterpretasikan hijau sebagai suatu kondisi yang aman. Jika lampu hijau digunakan untuk mengindikasikan adanya ‘sebuah peringatan atau bahaya’, maka mungkin saja hal itu akan diabaikan atau dilewatkan begitu saja; 
• Informasi yang berlebih – jika pekerja terlalu banyak diberikan informasi, mereka mungkin menjadi pusing, membuat kesalahan, atau panik. Di industri yang berbahaya, keputusan yang salah atau tindakan yang tidak sesuai prosedur akan menghasilkan malapetaka. 

Ergonomi dapat juga mengurangi kesakitan di tempat kerja, seperti sakit & nyeri pergelangan tangan, bahu dan punggung. Pertimbangkan tata letak dari kendali-kendali dan peralatan; seharusnya ditempatkan sesuai dengan keterbatasan manusia/pekerja. Peralatan tersebut harus ditempatkan pada para pekerja yang sering menggunakan dan pertimbangkan para pekerja mudah untuk menjangkau tanpa harus membungkuk, meregangkan dll. 

Kegagalan dalam mengamati prinsip-prinsip ergonomi mungkin punya hambatan yang serius, tidak hanya individu tapi keseluruhan organisasi. Banyak kecelakaan yang sudah dikenal sebelumnya dengan baik dapat dicegah jika ergonomi telah dipertimbangkan di dalam merancang pekerjaan yang dilakukan dan sistem dimana mereka bekerja. 

Apa jenis permasalahan tempat kerja yang bisa diselesaikan ergonomi? 

Ergonomi secara umum tidak hanya dikenal untuk pemecahan permasalahan secara fisik akan tetapi ergonomi juga berhubungan dengan aspek sosial dan psikologis manusia dan pekerjaannya. Sebagai contoh, beban kerja yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, tugas-tugas yang tidak jelas, time pressure, pelatihan yang tidak cukup, dan dukungan sosial lemah, semua itu bisa berdampak negatif terhadap orang dan pekerjaan yang mereka lakukan. 

Contoh-contoh berikut menyoroti sebagian permasalahan ergonomi yang khas ditemukan di tempat kerja : 



Peralatan layar display 

• Penempatan layar yang kurang baik, misalnya terlalu tinggi,terlalu rendah, menutupi, jauh dari pekerja dll; 
• Mouse ditempatkan terlalu jauh dan memerlukan peregangan untuk menggunakannya; 
• Kursi yang tidak disesuaikan dengan keterbatasan yang ada pada pekerja, misalnya ketinggian kursi dan kursi tidak memberikan kenyamanan bagi pekerja; 
• Layar silau yang berasal dari jendela atau lampu, meningkatkan risiko kelelahan mata; 
• Perangkat Keras dan perangkat lunak tidak cocok untuk tugas atau orang yang menggunakannya sehingga menyebabkan frustrasi dan kesusahan; 
• Tidak cukup waktu untuk beristirahat atau perubahan-perubahan dari aktivitas. 
Permasalahan tersebut di atas mengakibatkan kekeliruan-kekeliruan dan produktivitas rendah, stress, radang mata, sakit kepala dan sakit atau nyeri lain. 

Penanganan secara manual 

• Beban yang terlalu berat dan atau besar sekali ukurannya; 
• Beban diangkat dari lantai dan! atau di atas bahu-bahu; 
• Pengangkatan benda yang berulang dan frekuensinya sering; 
• Pelaksanaan tugas membutuhkan postur yang canggung atau tidak benar, seperti lenturan atau puntiran; 
• Beban tidak bisa digenggam dengan baik; 
• Pekerjaan dilakukan pada lantai yang tidak seimbang, basah atau miring; 
• Tugas atau pekerjaan dilaksanakan di bawah tekanan waktu dan terlalu sedikit waktu untuk beristirahat. 

Kemungkinan permasalahan-permasalahan di atas mengakibatkan cidera fisik seperti sakit punggung (LBP) atau cidera pada lengan, tangan, atau jari tangan. Permasalahan tersebut juga berperan terjadinya risiko jatuh, tergelincir dll. 

Stress yang berkaitan dengan kerja 

• Tuntutan kerja terlalu tinggi atau terlalu rendah; 
• Dukungan lemah dari manajemen dan/atau rekan kerja; 

Kontrol yang lemah terhadap risiko sehingga menyebabkan stress yang berkaitan dengan kerja dan pada akhirnya sakit serta mengurangi kinerja dan produktivitas. 

Pengaturan hari kerja 

• Waktu pemulihan yang tidak cukup antara shift; 
• Penjadwalan shift yang kurang sesuai; 
• Karyawan bekerja melebihi jam kerja normal. 

Permasalahan-permasalahan ini menyebabkan kelelahan, dan kemungkinan besar meningkatkan kecelakaan dan kesakitan. 


Bagaimana mengidentifikasi permasalahan ergonomi? 

Ada banyak cara permasalahan ergonomi dapat dikenali atau diidentifikasi, yakni melalui pengamatan dan daftar periksa yang merupakan sebagai alat untuk melakukan kajian risiko secara kuantitatif. 

Idealnya, ada beberapa pendekatan seharusnya digunakan : 
• Bicara dengan karyawan dan karyawan mengungkapkan pandangannya, antara lain mengenai pengetahuan penting yang dipunyai oleh karyawan tentang pekerjaan yang mereka lakukan, setiap permasalahan yang mereka mempunyai, dan dampaknya terhadap kesehatan, keselamatan, dan kinerja mereka; 
• Penilaian sistem kerja dengan meminta pertanyaan seperti : 
Î Apakah pekerja dalam posisi yang nyaman? 
Î Apakah pekerja mengalami ketidaknyamanan/kegelisahan termasuk nyeri, kelelahan, atau stress? 
Î Apakah peralatan sesuai dengan pekerja, mudah digunakan terpelihara dengan baik? 
Î Apakah pekerja puas dengan pengaturan kerjanya? 
Î Apakah sering mengalami kesalahan kerja? 
Î Apakah ada tanda-tanda rancangan peralatan tidak sesuai atau tidak cukup dengan kenyataan yang ada, seperti plester di jari tangan pekerja atau ‘pads’ pelindung yang dibuat sendiri yang terbuat dari tisu atau busa? 
• Pengujian keadaan melingkupi seringnya terjadi kesalahan dan insiden. Menggunakan laporan kecelakaan untuk mengidentifikasi rincian peristiwa dan kemungkinan penyebabnya; 
• Pencatatan dan memperhatikan ketidakhadiran karena sakit dan tingkat perpindahan staf. Angka tinggi ini mungkin diakibatkan oleh permasalahan yang telah terdaftar sebelumnya dan/atau ketidakpuasan di tempat kerja. 

Apa yang bisa dilakukan jika sudah mengenali permasalahan ergonomi? 

• Mencari kemungkinan penyebab dan mempertimbangkan kemungkinan pemecahannya. Sebuah perubahan kecil diperlukan untuk membuat tugas lebih mudah dan lebih aman untuk dilaksanakan. Sebagai contoh: 
- Menyediakan kursi yang tingginya bisa disesuaikan sehingga individu/operator dapat bekerja dengan ketinggian kursi yang lebih disukai; 
- Membuang benda-benda yang berada di bawah meja untuk menciptakan ruang yang cukup untuk kaki; 
- Menaikkan platform untuk membantu operator menjangkau papan control yang penempatannya kurang tepat; 
- Merubah pola kerja bergilir dan; 
- Memperkenalkan rotasi kerja diantara tugas-tugas yang berbeda untuk mengurangi kelelahan secara fisik dan mental; 
• Bicara dan bertemu dengan karyawan untuk mendapatkan saran-saran mereka dan membicarakan kemungkinan pemecahannya. Libatkan karyawan mulai proses awal, ini akan membantu semua pihak untuk menerima setiap perubahan usulan. 
• Pastikan bahwa segala perubahan dievaluasi dengan baik oleh para pekerja yang melakukan pekerjaannya. Berhati-hatilah bahwa sebuah perubahan untuk memecahkan sebuah masalah tidak diciptakan untuk menimbulkan masalah baru. 
• Pemahaman yang baik terhadap ergonomi menciptakan pemahaman yang baik secara ekonomik. Keterlibatan ergonomi tidak memerlukan biaya tinggi, dan dapat menghemat biaya dalam jangka panjang dengan melalui pengurangan cedera dan absensi kerja. 

Pemahaman ergonomi di tempat kerja kemungkinan dapat mengurangi sakit, nyeri, dan stress di tempat kerja dan meningkatkan kepuasan kerja. Solusi ergonomi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan langsung dapat dilihat hasilnya, misalnya saja perubahan yang kecil pada kursi, yakni mengubah tinggi kursi sesuai dengan keterbatasan yang ada pada pekerja. 


Pengirim : Direktorat Bina Kesehatan Kerja


1 comment:

  1. sipp...thaks
    visit me at:)
    www.kbm-km.blogspot.com
    www.jurnal-kesmas.blogspot.com

    ReplyDelete